Apa Itu Parkinson? Mari Simak Penjelasannya Ini

Anda sering merasa lemah atau terasa lebih kaku pada sebagian tubuh? Gemetaran halus pada salah satu tangan saat beristirahat? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Parkinson! Apa Itu Parkinson? Mari Simak Penjelasannya Ini

Penyakit Parkinson merupakan degenerasi sel saraf bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini yaitu terjadinya tremor atau gemetaran. Sedangkan gejala awalnya biasanya sulit untuk dikenali.

Tidak hanya itu, penyakit ini juga menyebabkan otot kaku atau gerakan motorik melambat. Penyakit ini tidak bisa sepenuhnya sembuh, akan tetapi dokter mungkin memberikan obat untuk gejala. Dalam beberapa kasus langka, anda perlu menjalani operasi otak untuk mengurangi gejala.

Hingga saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 10 juta orang di dunia menderita penyakit parkinson. Semua orang bisa terkena penyakit ini akan tetapi kebanyakan adalah kalangan orang tua dan lebih cenderung terjadi pada laki-laki.

Biasanya gejala Penyakit Parkinson mulai terasa ketika penderitanya memasuki usia 50 tahun. Akan tetapi ada sekitar 5% orang yang mengalami gejalanya pada usia 40 tahun.

Gejala Parkinson


Penyakit Parkinson menyerang penderitanya dengan cara yang berbeda-beda. Perbedaan ini terbentuk karena gejala-gejala yang dialami bisa beragam. Awalnya gejala yang muncul cukup ringan dan mungkin terabaikan. Akan tetapi gejala-gejala tersebut kemudian akan berangsur memburuk. Terdapat beberapa gejala umum yang muncul pada penderita Penyakit Parkinson. Diantaranya yaitu:

  • Tremor. Gemetaran yang tidak bisa dikendalikan. Biasanya gejala ini muncul pada salah satu bagian tubuh terutama tangan dan jari. Gemetaran terjadi saat bagian tubuh tersebut diam atau beristirahat. Tremor merupakan salah satu gejala utama kondisi ini
  • Bradikinesia atau Melambatnya gerakan. Setelah beberapa lama, penyakit Parkinson akan mengurangi koordinasi gerakan tubuh anda dan menjadikannya lebih lambat. Aktivitas sederhana menjadi sulit untuk dilakukan. Misalnya langkah yang lebih pendek saat berjalan dan kesulitan untuk bangkit dari tempat duduk
  • Kekakuan otot atau Rigiditas. Otot besar dan kecil menjadi kaku maupun tegang. Hal ini membuat ekspresi wajah dan pergerakan tubuh menjadi sangat terbatas dan juga menyebabkan rasa sakit akibat kram otot
  • Gangguan keseimbangan. Penderita akan mengalami gangguan keseimbangan sehingga lebih beresiko untuk jatuh
    kehilangan kemampuan gerak otomatis. Frekuensi gerakan-gerakan yang terjadi tanpa kita sadari perlahan mulai menurun. Misalnya kedipan mata dan ayunan tangan ketika berjalan
  • Perubahan cara bicara. Cara bicara bisa menjadi lembut, lebih cepat, tidak jelas atau merasa ragu sebelum bicara
  • Kesulitan menulis. Penderita akan kesulitan menulis dan tulisannya akan tampak mengecil dari biasanya
  • Depresi dan serangan kecemasan. Karena belum adanya obat untuk menyembuhkan penyakit parkinson, kondisi ini bisa membuat pasien merasa depresi dan khawatir akan masa depannya
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Demensia. Gejala ini berarti bahwa penderita bukan hanya mengalami gangguan ingatan, tapi kepribadiannya bisa berubah dan bahkan mengalami delusi serta halusinasi
  • Hilangnya indera penciuman. Kondisi ini bisa muncul beberapa tahun sebelum gejala lain muncul
  • Inkontinensia urine.
  • Gangguan sensoris. Penyakit parkinson bisa menyebabkan sensasi rasa terbakar, dingin dan mati rasa
  • Konstipasi atau sembelit.
  • Kesulitan menelan makanan atau disfagia. Masalah ini bisa mengakibatkan terjadinya kekurangan nutrisi dan dehidrasi
  • Disfungsi ereksi
  • Produksi keringat berlebih (hiperhidrosis) dan produksi air liur berlebih
  • Pusing, penglihatan buram hingga pingsan. Hal ini terjadi akibat tekanan darah yang turun secara mendadak.

Perlu diketahui, tidak semua penderita Penyakit Parkinson mengalami seluruh gejala diatas. Ada sebagian penderita penyakit parkinson yang hanya mengalami gejala ringan dan tidak menggangu aktivitas keseharian mereka.

Penyebab Parkinson


Penyakit parkinson disebabkan oleh kurangnya dopamine dalam otak yang menyebabkan aktivitas otak tidak bisa berfungsi normal. Penyebab menurunya dopamine hingga kini belum diketahui. Akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa memicu penurunan dopamine diantaranya yaitu:

  • Faktor keturunan. Mutasi gentik tertentu bisa menyebabkan meningkatkan resiko terkena penyakit parkinson. Diduga gen yang tidak sehat yang disalurkan kepada anak oleh oran tua, tapi hal ini sangat jarang terjadi
  • Faktor lingkungan. Pajanan terhadap racun tertentu yang ada di lingkungan bisa meningkatkan resiko terkena penyakit parkinson misalnya pestisida, herbisida, asap kendaraan bermotor, dan polusi pabrik. Akan tetapi resikonya cukup kecil dan belum ada bukti kuat yang bisa dikaitkan dengan penyakit parkinson.

Ada juga beberapa faktor lain yang menyebabkan munculnya gejala utama dari Penyakit Parkinson seperti tremor, otot kaku dan melambatnya gerakan. Tapi faktor-faktor ini hanya menimbulkan gejala parkinson dan tidak berarti orang yang mengalaminya menderita Penyakit Parkinson. Faktor yang dimaksud yaitu:

  • Efek samping obat-obatan. Ada beberapa obat yang bisa mengakibatkan munculnya gejala parkinson seperti tremor dan otot yang kaku
  • Stroke. Jika terjadi serangan stroke yang parah, beberapa bagian otak bisa tidak berfungsi lagi
  • Gangguan otak lainnya yang bersifat progresif.

Diagnosis Parkinson


Pada tahap awal, penyakit parkinson akan sangat sulit untuk didiagnosis. Hingga saat ini, belum ada satu tes khusus untuk memastikan adanya penyakit parkinson tapi dokter akan memeriksa gejala yang muncul, riwayat kesehatan dan melakukan beberapa tes mental atau fisik sederhana.

Tidak ada tes darah maupun tes laboraturium yang bisa memastikan diagnosis penyakit parkinson. Oleh karena itu, deteksi dini terhadpa penyakit ini makin sulit. Tes lain seperti CT Scan, SPECT Scan, PET Scan dan juga MRI bisa dilakukan untuk memastikan gejala yang ada bukan karena penyakit lain.

Saat penyakit parkinson bertambah parah, terkadang gejalanya sulit untuk dikenali dan bisa disalahartikan dengan penyakit lainnya. Gejala tremor bisa tidak terlihat ketika pasien duduk, dan perubahan postur yang terjadi bisa dianggap sebagai akibat dari osteoporosis. Perlu diketahui ada beberapa penderita penyakit parkinson yang tidak mempunyai gejala tremor.

Diagnosis penyakit parkinson akan berdasarkan pada penelitian dokter akan sifat dan gerakan pasien serta tes fisik dan mental yang dilakukan.

Perawatan Parkinson Di Rumah


Gaya hidup dan pengobatan rumahan dibawah ini mungkin bisa membantu anda mengatasi penyakit parkinson diantaranya yaitu:

  • Minum obat sesuai dengan resep dokter
  • Berolahraga secara teratur, misalnya berjalan, membantu menjaga otot tetap lentur dan kuat. Jika anda mempunyai pertanyaan, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi anda. Apabila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah anda
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 8 tips jitu untuk penderita parkinson yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah dirumah.

Pengobatan Parkinson


Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit parkinson difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul dan juga menjaga agar pasien bisa tetap beraktivitas sehari-hari semaksimal mungkin. Hinggat kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini sebelumnya.

Pada tahap awal penyakit parkinson, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan, mengingat gejala yang terjadi masih ringan. Tetapi pertemuan rutin dengan dokter dianjurkan untuk mengawasi kondisi kesehata anda.

Pelajari dan tanyakan resiko dna manfaat tiap jenis pengobatan yang dilakukan untuk penyakit parkinson. Dengan ini, anda bisa lebih mudah dalam menentukan dan mengikuti proses pengobatan yang ada.

Adapun beberapa pengobatan yang bisa anda lakukan untuk mengobati parkinson diantaranya yaitu:

  1. Obat:
    Obat membantu mengendalikan cara berjalan, bergerak dan masalah tangan bergetar. Beberapa obat mampu meningkatkan level dopamine misalnya : caribdopa‐levodopa, agonis dopamin, penghambat MAO‐B dan COMT, antikolin, dan amantadine. Anda harus minum obat ini sepanjang hidup anda untuk mengobati gejala atau memperlambat perkembangan penyakit.
  2. Operasi:
    Jika pasien tidak merespons secara positif terhadap obat, operasi mungkin perlu dilakukan. Operasi navigasi 3D bisa dengan hati-hati menghancrukan sel otak yang menyebabkan kelainan motorik dan menghentikan atau mengurangi getaran. Operasi lain adalah dengan cara menanamkan sel dari janin ke dalam otak. Ini akan mematikan sel yang terpengaruh.
    Operasi jenis ketiga adalah memasang alat elektrik mikro ke dalam otak untuk merangsang bagian yang sakit. Sesudahnya, anda akan membutuhkan dukungan dalam aktivitas harian. Terapis bisa membantu anda.
  3. Obat Herbal:
    Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Parkinson. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Parkinson.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Ngecopy yahh : )