Jangan Anggap Sepele Penyakit Pankreatitis Kronis

Anda sering merasakan nyeri perut berulang-ulang? Sering kehilangan nafsu makan? Kotoran atau tinja menjadi sangat bau dengan tekstur yang berminyak? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Pankreastitis Kronis. Ketahui, bahaya gejala, penyebab dan cara mengobatinya berikut ini sampai tuntas!!

Pankreatitis Kronis adalah suatu peradangan yang menyebabkan kerusakan permanen di dalam organ pankreas. Pankreatitis Kronis berbeda dengan pankreatitis akut, karena pada pankreatitis akut peradangan yang terjadi hanya bersifat jangka pendek saja. Pankreatitis Kronis merupakan suatu penyakit inflamasi (peradangan) terus menerus dalam jangka panjang pada pankreas yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur jaringan organ tersebut.

Perubahan jaringan yang sering terjadi pada pankreatitis kronis ditandai dengan munculnya fibrosis dan kalsifikasi pankreas. Kalsifikasi yang bisa menyebebkan munculnya batu kalsium pada pankreas bisa menyumbat saluran kelenjar pankreas. Jika saluran pankreas tersumbat, maka aliran enzim dan hormon dari pankreas akan terganggu sehingga menyulitkan pencernaan dan kontrol gula dalam tubuh. Kondisi tersebut jika dibiarkan akan menyebabkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan diabetes.

Pankreatitis Kronis adalah penyakit yang bisa mempengaruhi orang-orang dari segala usia, akan tetapi paling sering terjadi pada pria baruh baya dengan usia antara diatas 40tahun.

Gejala Pankreatitis Kronis


Gejala utama pankreas adalah nyeri perut yang berulang-ulang serta permasalah pencernaan yang terjadi setelah munculnya nyeri. Nyeri yang muncul akibat pankreatitis kronis biasanya terjadi pada perut bagian tengah atau kiri yang bisa menjalar ke punggung. Nyeri yang muncul seringkali terasa panas. Nyeri bisa hilang timbul atau juga bisa menetap sampai berhari-hari. Semakin parah pankreatitis yang diderita, maka nyeri akan terasa semakin menyakitkan.

Pada beberapa orang, nyeri perut akibat pankreatitis terasa setelah makan. Akan tetapi gejala tersebut juga bisa muncul tanpa penyebab apapun. Pada penderita pankreatitis kronis yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, nyeri ringan hingga sedang bisa muncul diantara 2 episode nyeri parah.

Gejala lain dari pankreatitis kronis diantaranya yaitu:

  • Diare
  • Sakit kuning
  • Mual dan muntah
  • Berat badan menurun
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perdarahan pada usus
  • Penyumbatan pada usus
  • Munculnya cairan pankreas pada abdomen
  • Kotoran atau tinja menjadi sangat bau dengan tekstur berminyak
  • Merasakan gejala diabetes, seperti badan lelah, sering buang air kecil dan sering kehausan.

Mungkin masih ada beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai keluhan yang sama, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan Anda Harus Periksakan Diri Ke Dokter?
Apabila anda mengalami gejala seperti yang dijelaskan atau merasakan sakit punggung bagian atas dan sakit perut, segera hubungi dokter anda. Apabila anda sedang berada dalam pengobatan pankreas, segera hubungi dokter apabila kondisi yang anda derita bertambah parah.

Penyebab Pankreatitis Kronis


Kebanyakan kasus pankreatitis kronis disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang. Sedangkan sekitar 30% merupakan kasus pankreatitis idiopatik yang tidak diketahui penyebab pastinya.

Mengonsumsi Alkohol secara terus-menerus bisa menyebabkan pankreatitis akut. Walaupun pankreatitis akut akan muncul hanya dalam waktu yang singkat, akan tetapi jika kebiasaan ini diteruskan, peradangan akut berulang yang terjadi dalam waktu lama pada akhirnya bisa menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan jaringan pankreas permanen.

Beberapa hal lain yang diduga bisa memicu terjadinya pankreatitis kronis diantaranya yaitu:

  • Autoimun. Pada beberapa kasus pankreatitis yang langka, kerusakan pada pankreas disebabkan oleh sistem imun penderita sendiri yang menyerang sel-sel pankreas. Kondisi ini dinamakan dengan pankreatitis autoimun. Beberapa penderita penyakit autoimun lain seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn juga bisa mengalami peradangan pada pankreas. Hingga saat ini penyebab pankreatitis autoimun belum diketahui secara pasti
  • Genetik. Beberapa kasus pankreatitis kronis disebabkan oleh faktor gentik yaitu pada gen PRSS1 dan SPINK1. Pankreatitis yang disebabkan oleh faktor genetik bisa ditutunkan ke generasi berikutnya. Salah satu contohnya adalah pankreatitis kronis yang terkait dengan penyakit cystic fibrosis
  • Merokok. Beberapa studi menyebutkan bahwa diduga ada pengaruh merokok terhadap munculnya pankreatitis kronis pada seseorangPenyempitan Saluran Pankreas. Yang bsia menyebabkan sulitnya enzim pankeras untuk disalurkan keluar menuju usus
  • Malnutrisi. Contohnya adalah terlalu banyak mengonsumsi singkok
  • Tingginya Konsentrasi Trigliserida (salah satu jenis lemak) di dalam darah yang menyebabkan hipertrigliserida.

Ada juga beberapa hal yang diduga bisa meningkatkan resiko seseorang terkena pankreatitis kronis diantaranya yaitu:

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Merokok
  • Mempunyai keluarga dengan riwayat pankreatitis kronis
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Berusia 30-40 tahun
  • Iklim tropis. Pada beberapa kasus, anak-anak yang hidup di iklim tropis seperti Asia dan Afrika lebih mudah terkena pankreatitis kronis. Hingga saat ini belum diketahui hubungan antara pankreatitis kronis dengan kondisi tersebut, akan tetapi diduga berasosiasi dengan malnutrisi.

Komplikasi Pankreatitis Kronis


Pankreatitis kronis bisa berpotensi menimbulkan komplikasi, baik masalah kesehatan lainnya maupun masalah psikologis. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi diantaranya yaitu:

  • Penyakit diabetes. Kondisi ini terjadi karena pankreas tidak bisa lagi memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh untuk mengonversi glukosa menjadi tenaga. Diabetes ditandai dengan gejala penurunan berat badan, rasa lelah berlebihan, sering buang air kecil terutama di malam hari, sering merasa haus
  • Kanker pankreas. Gejala pankreas hampir sama dengan pankreatitis kronis, yaitu nyeri perut, sakit kuning dan penurunan berat badan. Diperkirakan kanker pankreas dialami oleh 2% penderita pankreatitis kronis
  • Pseudocyst. Atau munculnya kantung-kantung cairan diatas permukaan pankreas yang ditandai dengan gejala perut kembung, nyeri perut dan gangguan pencernaan
  • Masalah Psikologi. Misalnya depresi, gangguan kecemasan dan stres. Gangguan psikologi ini umumnya timbul akibat rasa sakit yang terus-menerus dirasakan oleh penderita pankreatitis kronis
  • Malabsopsi dan malnutrisi. Komplikasi ini seringkali terjadi pada penderita pankreatitis kronis dikarenakan pankreas tidak bisa memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah yang cukup.

Perawatan Pankreatitis Kronis Di Rumah


Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan mungkin bisa membantu anda menghadapi pankreatititis diantaranya yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang rendah lemah lemak dan mengobnsumsi makanan bergizi seimbang
  • Mengonsumsu suplemen vitamin yang larut dalam lemak dan suplemen kalsium. Juga konsumsi tablet enzim pankreatitis yang diresepkan
  • Hubungi dokter apabila gejala dan keluhan memburuk atau anda tidak cocok mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan
  • Hubungi dokter anda saat mengalami demam yang tidak kunjung membaik dan disertai dengan sakit perut yang tak tertahankan
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 7 trik jitu mencegah pankreatitis kronis kambuh kembali ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah dirumah.

Pengobatan Pankreatitis Kronis


Pengobatan pankreatitis kronis berbeda-beda sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan pankreatitis. Beberapa jenis pengobatan yang bisa anda lakukan diantaranya yaitu:

1. Mengonsumsi Obat-Obatan

  • Kortikosteroid. Kortikosteroid digunakan untuk mengobati pankreatitis kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem imun
  • Paracetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Kedua jenis obat ini bisa diberikan kepada penderita untuk meredakan nyeri perut ringan akibat pankreatitis. Obat NSAIDs yang sering digunakan diantaranya ibuprofen, naproxen, diclofenac, ketorolac dan celecoxib
  • Analgesik Opiat. Obat jenis ini bisa diberikan pada penderita pankreatits kronis yang mengalami nyeri akan tetapi tidak bisa diatasi dengan mengonsumsi NSAIDs atau paracetamol. Contoh obat analgesik opiat adalah codeine dan tramadol
  • Mordin dan pethidine. Kedua obat ini bisa diberikan untuk penderita yang mengalami nyeri parah yang tidak berhasil diredakan dengan menggunakan analgesik opiat
  • Suplemen Enzim Pankreas. Pada saat pankreas mengalami peradangan, produksi enzim pankreas untuk pencernaan akan terganggu. Untuk mengatasinya, penderita bisa diberikan suplemen enzim pankreas agar proses pencernaan tetap bisa berjalan dengan efektif meskipun pankreas sedang meradang. Fungsi lain dari suplemen enzim pankreas adalah untuk menghilangkan nyeri pankreas pada penderita pankreatitis kronis berat.

2. Perubahan Pola Hidup

  • Menghentikan konsumsi minuman berlakohol. Ini merupakan perubahan yang paling penting yang harus dilakukan oleh penderita pankreatitis kronis. Jika seseorang yang sudah didiagnosis pankreatitis kronis terus mengonsumsi minuman beralkohol, maka resiko munculnya komplikasi akan semakin besar
  • Menghentikan Kebiasaan Merokok. Sama halnya dengan alkohol, menghentikan kebiasaan merokok bisa mencegah pankreatitis kronis menjadi lebih buruk dari sebelumnya
  • Mengganti pola makan menjadi sehat dan seimbang. Pankreatitis kronis bisa memengaruhi sekresi enzim pencernaan. Agar asupan nutrisi tetap terjaga, pasien akan direkomendasikan untuk mengganti pola makannya tanpa memperberat kerja. Biasanya pola makan yang direkomendasikan adalah makanan rendah lemak, tinggi kalori dan protein, serta tinggi vitamin yang terlarut dalam lemak.

3. Melakukan Operasi

  • Operasi endoskopi dan litotripsi. Metode endoskopi dan litotripsi digunakan jika terdapat batu pada saluran pankreas yang memicu peradangan. Batu akan dipecah melalui litotripsi dengan menggunakan gelombang suara. Setelah dipecah, batu pankreas akan diambil melalui alat-alat endoskopi. Hasil pengobatan endoskopi dan litotripsi hanya bersifat sementara dan tidak permanen
  • Operasi Reseksi Pankreas. Metode ini diterapkan jika peradangan terjadi di bagian-bagian tertentu dari pankreas sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah. Reseksi pankreas dilakukan jika metode pembedahan endoskopi tidak efektif mengobati pankreatitis kronis
  • Operasi pankreatektomi total dan transplantasi sel islet. Jika kerusakan pankreas telah meluas dan menyeluruh, pankreatektomi atau operasi pengangkatan pankreas total akan dilakukan. Akan tetapi ini berarti tubuh berhenti memproduksi insulin. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dokter akan melalukan operasi transplantasi sel islet, yaitu sel pankreas yang bertanggung jawab dalam memproduksi insulin.

4. Menggunakan obat herbal

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati pankreatitis kronis. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan oba kimia dan belum ingin melakukan pembedahan. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Pankreatitis Kronis.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Ngecopy yahh : )