Penyakit Menorrhagia

Anda sering mengalami haid berat? Darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari biasanya? Hati-hati bisa jadi itu adalah pertanda Menorrhagia, simak pengertian, gejala dan cara mengobatinya berikut ini!!

Menorrhagia atau haid berlebihan merupakan keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlamoau banyak. Selama masa menstruasi, jumlah rata-rata darah yang dikeluarkan adalah 30-402ml. Dan seorang wanita dianggap mengalami haid berlebihan jika kuantitas darah yang dia keluarkan berkisar 60-80ml.

Sebenarnya jumlah tersebut tidak bisa dijadikahn patokan pasti karena jumlah darah menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Akan tetapi untuk mengenali kondisi ini, anda bisa memperhatikan banyaknya jumlah pembalut yang anda habiskan atau seringnya darah menembus pakaian anda karena tidak tertampung oleh pembalut.

Dari tanda tersebut anda bisa membandingkannya dengan menstruasi-menstruasi yang sebelumnya atau yang biasanya. Apabila anda khawatir mengalami haid secara berlebihan maka sebaiknya segera menemui dokter.

#Tahukan Anda?
Menorrhagia merupakan kondisi yang paling sering dialami oleh kaum wanita. Secara khusus 90% kasus menorrhagia terjadi pada wanita yang baru mengalami pubertas dan wanita diatas usia 40-50 tahun. Anda bisa meminimalkan kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor resikonya.

Gejala Menorrhagia

Selain terlalu banyaknya darah yang dikeluarkan atau masa pendarahan yang cukup lama, haid berlebihan juga bisa disertai dengan gejala lain yaitu rasa nyeri. Umumnya dikenal dengan istilah nyeri haid (dysmenorrhea).

Dismenore umumnya terjadi ketika dinding rahim berkontraksi dan menekan pembuluh darah disekitarnya. Akibatnya pasokan oksigen terhenti dan menyebabkan munculnya rasa nyeri. Tidak hanya itu beberapa gejala lainnya seperti tanda-tanda anemia, merasa lemas atau napas pendek juga bisa dirasakan.

Walaupun tidak selalu menjadi pertanda suatu kondisi yang serius, haid berlebihan bisa menggangu kehidupan sehari-hari wanita yang mengalaminya baik secara emosi, psikis maupun sosial.

Beberapa gejala menorrhagia lainnya yaitu:

  • Perdarahan selama lebih dari 7 hari
  • Menstruasi berat secara teratur selama 10 hari atau lebih
  • Perdarahan berat yang tidak biasa atau hadi dua kali dalam satu bulan secara berturut-turut.

Disarankan untuk menemui dokter apbila anda perlu mengganti pembalut setiap 1-2 jam, mengalami pendarahan di luar masa menstruasi atau setelah menopause.

Penyebab Menorrhagia

Pada siklus mentruasi normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium), yang ditumpahkan saat menstruasi. Jika hormon wanita tidak seimbang, endometrium berkembang secara berlebihan dan akhirnya membuat perdarahan berat saat menstruasi.

Alasan hormon tidak seimbang pada wanita adalah disfungsi ovarium. Dalam siklus menstruasi (biasanya sebulan), seharusnya sel telur dilepaskan untuk mempersiapkan pembuahan. Proses pelepasan telurnya ini dikenal sebagai ovulasi. Jika ovarium anda tidak melepaskan telur selama siklus menstruasi, tubuh anda tidak bisa memproduksi hormon progesteron.

Selain itu, ada beberapa penyebab yang umumnya menjadi pemicu terjadinya menorrhagia diantaranya yaitu:

  • Kanker. Seperti kanker rahim atau serviks
  • Radang Panggul. Misalnya karena infeksi para organ reproduksi baik pada rahim, indung telur atau saluran telur
  • Efek samping obat. Seperti obat antiradang, obat hormon, antikoagulan dan penggunaan pil KB ATAU iud (Intrauterine Contraceotive Devices)
  • Fibroid rahim. Merupakan tumor jinak pada rahim
  • Gangguan pembekuan darah. Misalnya penyakit Von Willebrand
  • Sindrom Ovarium Polikistik
  • Gangguan pada ovarium. Yang bisa menyebabkan siklus hormon dan proses ovulasi tidak terjadi sebagaimana mestinya
  • Endometriosis. Yaitu kondisi ketika jaringan dari lapisan dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rahim
  • Polip serviks atau polip rahim. Yaitu pertumbuhan jaringan tambahan pada dinding serviks atau dinding rahim
  • Adenomiosis. Yaitu pertumbuhan jaringan endometrium ke dalam dinding otot rahim
  • Hipotiroidisme. Yaitu kondisi dimana kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Perawatan Menorrhagia Di Rumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang bisa membantu anda mengatasi menorrhagia diantaranya yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan anda
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi
  • Beri tahu dokter tentang obat yang anda gunakan termasuk vitamin, suplemen dan herbal
  • Memanfaatkan beberapa bahan herbal alami yang bisa anda racik dan dibuat dengan mudah sendiri di rumah.

Pengobatan Menorrhagia

Selain menurunkan atau menghentikan volume pendarahan yang cukup banyak dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, pengobatan menorrhagia juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Ada 2 cara untuk mengobati menorrhagia yaitu melalui obat-obatan dan operasi. Obat-obatan seringkali dijadikan pilihan utama terutama jika pemeriksaan masih berjalan dan belum menujukkan hasil pasti mengenai penyebab menorrhagia. Dokter akan memberikan obat jika pasien tidak merasakan gejala apapun yang mengarah pada kondisi yang serius.

Beberapa jenis obat-obatan yang bisa digunakan untuk menangani menorrhagia:

  • Tablet Asam Traneksamat

Obat ini terbukti mampu menurunkan perdarahan hingga hampir 50%. Asam traneksamat bekerja dengan cara membantu proses penggumpalan darah di dalam rahim. Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah diare.

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAIDs)

Selain bisa meredakan gejala nyeri, obat ini juga bisa menurunkan produksi salah satu hormon yang berperan dalam terjadinya menorrhagia yaitu hormon prostaglandin. Contoh obat OAINS yang bisa digunakan adalah ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat. Obat ini bisa menurunkan perdarahan hingga 20-50%.

  • Pil Kontrasepsi Kombinasi

Pil yang mengandung hormon progesteron dan estrogen ini bisa mencegah pelepasan sel telur di dalam rahim setiap bulannya. Selain mengobati menorrhagia, obat ini juga bisa mengurangi nyeri haid dan mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur sekitar 40%.

  • LNG-IUS (Levonorgestrel-releasing intrauterine system)

Ini merupakan sejenis alat kontrasepsi yang mampu menurunkan perdarahan hingga 90%. LNG-IUS bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan lapisan rahim. Alat plastik berukuran kecil ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Di dalam rahim LNG-IUS kemudian akan melepaskan hormon progestogen secara perlahan-lahan.

  • Progestogen Suntik dan Norethisterone

Kinerja keduanya dalam mengobati menorrhagia sama seperti LNG-IUS, yaitu memperlambat pertumbuhan dinding sel rahim. Efek samping yang biasa muncul dari penggunaan progestogen suntuk adalah kenaikan berat badan, tertundanya kehamilan (biasanya hingga 6 bulan sampai setahun setelah pengobatan dihentikan), sindrom prahaid (nyeri payudara, retensi cairan dan perut kembung). Sedangkan efek samping norethisterone oral adalah nyeri payudara dan tumbuhnya jerawat.

  • Analog GnRH-a (gonadotropin releasing hormone analogue)

Ini merupakan salah satu obat yang efektif dalam mengurangi peradarahn saat menstruasi. Terapi agonis GnRH-a biasanya tidak dilakukan secara rutin akan tetapi lebih sekadar pengobatan sementara bagi pasien yan akan menempuh jalan operasi untuk mengobati menorrhagia.

Obat herbal ini bisa anda pilih dan gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia atau tidak mau menjalani operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan-bahan alami sehingga akan sangat aman dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping.

Prosedur operasi biasanya akan direkomendasikan oleh dokter apabila menorrhagia sudah tidak bisa ditangani dengan obat-obatan, atau untuk menghindari komplikasi seperti anemia parah dan nyeri haid (dysmenorrhea) yang hebat. Ada beberapa jenis operasi untuk kondisi ini diantaranya yaitu
:

  • Dilatasi dan Kuratase (D&C)

Dalam prosedur ini dokter akan melakukan dilatasi (pembukaan) pada serviks dan melakukan kuratase (pengerokan) dinding dalam rahim untuk mengurangi perdarahan saat menstruasi. Tindakan ini biasanya dilakukan kembali jika kambuh.

  • Embolisasi Arteri Rahim

Prosedur ini diperuntukkan untuk menanganai menorrhagia yang disebabkan oleh fibroid. Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim. Pada prosedur ini, firoid disusutkan dengan cara memblokir arteri yang mensuplai darah ke daerah tersebut. Embolisasi ateri rahim adalah prosedur yang paling banyak dipilih dokter karena selain tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengobati menorrhagia yang disebabkan fibroid, prosedur ini juga jarang menimbulkan komplikasi.

  • Miomektomi

Dalam miomektomi, fibroid diangkat melalui pembedahan. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cara membuka dinding abdomen (laparotomi), menggunakan pipa optik dan alat khusus yang dimasukan lewat beberapa sayatan kecil pada dinding perut (laparoskopi) atau melalui vagina (histerokopi). Pada sebagian kasus, fibroid tumbuh kembali setelah miomektomi.

  • Reseksi Endometrium

Prosedur ini mengangkat endometrium (dinding dalam uterus) menggunakan kawat panas. Setelah menjalani prosedur ini kehamilan tidak dianjurkan.

  • Ablasi Endometrium

Prosedur ini dilakukan dengan cara menghancrukan lapisan endometrium secara permanen, baik dengan laser, radiofrekuensi (RF) atau dengan pemanasan.

  • Histerektomi

Biasanya prosedur ini ditempuh apabila menorrhagia sudah tidak bisa lagi ditangani oleh cara apapun dan gejalanya sudah sangat parah. Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim yang otomatis akan menghentikan menstruasi selamanya dan membuat pasien tidak bisa mempunyai anak lagi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Ngecopy yahh : )